keputusan kita bukan lagi di tangan kita? tajuknya da bunyi menunjukkan bertapa sakitnya bila kita tak mampu melakukan sesuatu untuk diri kita mahu pun masa depan kita.....
Andainya emas ku genggam
Andai karat ku kikiskan
Agar tak menyelaputi
Hingga mengaburi hati
Bisa noda dipadamkan
Dari lembaran ingatan
Atau menjadi garisan
Retak di telapak tangan
Cinta tak semudah ungkapan
Masakan ada nya bahagia derita
Manakah jalan pilihan
Tepuk dada oh...tanya selera
Sempurna pastinya tak pernah
Dijadikan milik kita
Apa yang ada pada insan
Hanya suatu harapan
Kerana di sebalik keraguan
Ada satu keyakinan
Kerana di sebalik keresahan
Ada satu ketenangan
Bukakan mata hati ku
Dengarkan kalimah rindu
Pada cinta yang aku damba
Berpaling dari cinta dusta
kadang kala hadirnya tanpa kita duga, impian yang dulu hanya dalam mimpi kini menjadi realiti, namun apabila ia di depan mata dan tangan cuba mengapainya ia tetap bukan milik kita.. kini hanya yang tinggal suatu kenangan....
jika itu takdirnya... aku berserah andai ini kebaikan bersama aku redha.... semoga semuanya akan kembali sempurna seperti biasa...
aku berharap agar damai la kau disana... aku hanya mampu berdoa, memori ini sangat menyakitkan namun aku ku simpan... terima kasih yang bernama Cinta... maafkan aku kerna aku tidak bisa melawan arus... maaf kan aku kerna aku mula menyayangi mu... kau membuat aku bahagia walaupun setika, kau membuat ku berharga walau pun setika..... ia sangat indah... yang tak mampu aku ungkapkan.... maaf aku terpaksa melepaskan kau pergi.... moga akan bertemu lagi... dan aku arap masa itu kau bahagia walaupun bukan aku....
yang benar,
Cik Sedih (-_-'')

No comments:
Post a Comment